Rabu, 22 Juni 2011

bhd


BANTUAN HIDUP DASAR (BHD)
Tujuan BHD
1.       Mencegah berhentinya sirkulasi atau berhentinya pernafasan
2.       Memberikan bantuan eksternal terhadap sirkulasi dan ventilasi dari pasien yang mengalami henti jantung atau henti nafas melalui resusitasi jantung paru ( RJP ).
Sumbatan Total
*      FRC (Functional Residual Capacity) = 2500 ml
*      Kadar O2 15% X 2500 ml = 375 ml
*      Kebutuhan O2 permenit = 250 ml
*      Bila ada sumbatan total à O2 dalam paru habis dalam: 375/250= 1,5 menit

     Keterlambatan                    Kemungkinan
*             BHD                                     berhasil
*               
*            1 menit                                     98 dari 100
*            3 menit                                     50 dari 100
*           10 menit                                      1 dari 100
Siapa yang harus mendapatkan pertolongan ?
1.       Korban yang menurut kita pantas dilakukan pertolongan
§  Usia muda trauma
§  Witness cardiac arrest yang bukan sakit kronis atau terminal stage
2.       Korban yang tidak perlu ditolong
§  Pasien usia lanjut dengan sakit yang lama
§  Terminal stage (cancer, GGK , sakit sukar sembuh berobat lama)
Langkah-langkah BHD
1.       Pastikan keamanan penolong dan pasien
2.       Nilai Respon Pasien: Hati-hati kemungkinan trauma leher, Jangan pindahkan / mobilisasi pasien bila tidak perlu
3.       Bebaskan Jalan Napas : dg Head-Tilt, Chin lift, Jow trust
Bila pernafasan dan sirkulasi kembali normal dan korban tidak diduga memiliki cedera cervikal POSISI SISI MANTAP
EVALUASI
Ò  Sesudah 5 siklus ventilasi dan kompresi kemudin pasien dievaluasi kembali.
Ò  Jika tidak ada nadi karotis, dilakukan kembali kompresi dan bantuan nafas dengan rasio 30:2.
Ò  Jika ada nafas dan denyut nadi teraba letakan pasien pada posisi mantap.
Ò  Jika tidak ada nafas tetapi nadi teraba, berikan bantuan nafas sebanyak 10- 12 x/menit dan monitor nadi setiap 10 detik.
Ò  Jika sudah terdapat pernafasan spontan dan adekuat serta nadi teraba, jaga agar jalan nafas tetap terbuka.
RJP DIHENTIKAN
Ò  Kembalinya ventilasi & sirkulasi spontan
Ò  Ada yang lebih bertanggung jawab
Ò  Penolong lelah atau sudah 30 menit tidak ada respon.
Ò  Adanya DNAR
Ò  Tanda kematian yang irreversibel
RJP TIDAK DILAKUKAN
Ò  DNAR (Do Not Attempt Resuscitation)
Ò  Tanda kematian : rigor mortis, dekapitasi
Ò  Sebelumnya dengan fungsi vital yang sudah sangat jelek dengan terapi maksimal
Ò  Bila menolong korban akan membahayakan penolong
KOMPLIKASI RJP
Ò  Nafas buatan :
É  inflasi gaster
É  regurgitasi
É  mengurangi volume paru
Ò  Bila terjadi inflasi gaster
É  perbaiki jalan nafas
É  hindari TV yang besar dan laju nafas yang cepat
KOMPLIKASI RJP
É  Fraktur iga & sternum,sering terjadi terutama pada orang tua, RJP tetap diteruskan walaupun terasa ada fraktur iga. Fraktur mungkin terjadi bila posisi tangan salah.
É  Pneumothorax
É  Hemothorax
É  Kontusio paru
É  Laserasi hati dan limpa, posisi tangan yang terlalu rendah akan menekan procesus xipoideus ke arah heper (limpa)
É  Emboli lemak
BASIC LIFE SUPPORT
Ò  Penekanan pentingnya kualitas kompresi dada yang baik.
Ò  Target kedalaman 5 cm, kecepatan 100/menit, biarkan dada mengembang, minimalkan interupsi kompresi.
Ò   Agonal gasping is arrest
ADVANCED LIFE SUPPORT KEY ITEMS
q  Bila korban sudah diintubasi, lanjutkan kompresi dada tanpa berhenti (kecuali untuk defibrillasi atau pemeriksaan denyut nadi), kecepatan 100 x/menit, dan ventilasi paru 10 x/menit.
q  Hindari hiperventilasi.
q  Ventilasi mekanis menghemat kerja
q  Segera lakukan kompresi dada sesaat setelah tindakan defibrillasi untuk meminimalkan pemberhentian terhadap kompresi dada, tanpa terlebih dahulu memeriksa ritme EKG korban
q  Usahakan untuk meminimalkan pemberhentian kompresi dada.
KESIMPULAN
Ò  Kompresi dada merupakan salah satu faktor vital yang sangat penting dalam tindakan RJPO
Ò  Pedoman resusitasi                        peraturan mutlak
Ò  RJPO        Semangat penolong


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar